"Anda tidak dilarang untuk sukses dengan gagal tapi anda tidak boleh gagal dengan sukses " (Mr Tajudin)
Banyak sekali rumusan formula sukses, namun jarang sekali yang
berbicara mengenai formula gagal. Adakah diantara kita yang
menginginkan kegagalan? Tentunya tidak ada. Namun sayangnya, di dunia
ini tidak ada manusia yang tidak pernah mengalami kegagalan. Ada
pemain bola yang berkata bahwa dia belum pernah meleset menyarangkan
bola ke gawang. Setelah ditanya lebih lanjut ternyata pemain bola
hebat ini belum pernah sekalipun menendang bola. Terang saja, Hahaha..
Saat kita tidak pernah menendang, kita mungkin tidak merasa gagal,
namun kita telah gagal total.
Formula gagal pertama adalah para looser memainkan BLAME GAME. Para
looser akan selalu mengkritik diri sendiri dalam kegagalan,
menyalahkan orang lain, menyalahkan keadaan bahkan lebih parah lagi
menyalahkan Tuhan. Apapun alasan yang kita katakan tentang kegagalan
kita, itulah yang menghambat kita. Mungkin kita juga pernah mendengar
kita berkata bahwa kita gagal karena kita kurang doa. Namun Tuhan Maha
Besar. Sukses tidak diukur dari jumlah doa kita. Doa juga tidak akan
merubah gagal menjadi sukses. Bukan berarti kita meninggalkan Doa dan
meninggalkan Tuhan. Namun Doa merubah respon kita terhadap kegagalan.
Doa mengingatkan kita untuk bersyukur. Kegagalan bukan akhir
segalanya, namun awal baru, perspektif baru dan membuat kita belajar
hal yang membuat kita tidak berhasil.
Formula gagal kedua adalah KESOMBONGAN. Ingat sebuah film legendaris
TITANIC. Film ini diangkat dari kisah nyata sebuah kapal yang sangat
besar, sangat megah, sangat mewah, sangat hebat dan sangat canggih
dalam segala hal pada masanya, namun karam di tengah perjalanan dalam
pelayaran pertama. Banyak orang yang tidak dapat diselamatkan karena
kesombongan. Sang perancang kapal merasa rancangannya sudah sangat
hebat, kesombongan membuatnya tidak menyediakan kapal sekoci penyelamat
yang memadai jumlah penumpang. Kesombongan membuat kita tidak waspada,
membuat kita meremehkan. Seringkali kerikil kecil yang membuat kita
jatuh tersandung, dibandingkan batu yang besar.
Seorang petinju hebat bernama Rocky Balboa pernah diwawancara. Dia
ditanya bagaimana dia bisa memenangkan pertandingan? Dia menjawab bahwa
Juara adalah mereka yang pernah terjatuh berkali-kali namun tetap
bangkit. Mungkin kita pernah bertanya-tanya mengapa Tuhan memberikan
kegagalan kepada manusia. Apa yang anda pikirkan mengenai kegagalan?
Mungkin gagal berarti membuat kita merasa takut, malu, terluka, rendah
diri, sungkan dan kecewa. Ibarat berjalan dalam kegelapan, tanpa jatuh,
kita tidak akan pernah tahu adanya lubang. Akan lebih baik jika kita
sudah memiliki peta, agar kita bisa menghindari lubang –lubang di
jalan. Peta itulah yang kita sebut sebagai pengalaman.
Seorang pemain sepakbola Indonesia, Bambang Pamungkas pernah berkata
di televisi. Kegagalan baginya adalah batu yang dilemparkan kepada
dirinya, tugasnya adalah menangkap batu-batu tersebut dan menjadikannya
sebagai pondasi kesuksesan dirinya. Jadi semakin banyak kegagalan,
maka pondasi kesuksesannya akan lebih kokoh.
Mungkin ada di antara anda yang berkata, tentu saja bicara itu mudah,
namun menjalaninya sulit. Percayalah bahwa saat tergelap dalam hidup
adalah moment terdekat terbitnya matahari. Jika kita bertahan pada saat
terberat, maka kita akan mendapati matahari bersinar. Kegagalan itu
indah. Menjadi bagian hidup yang tidak terlepaskan. Jadi jika kita
gagal, maka kita hanya perlu bangkit kembali untuk kembali sukses.
0 komentar:
Posting Komentar